
Lalu apa saja sih keutamaan mendirikan / mengerjakan / mengikuti salat tarawih (sebaiknya berjama'ah)?
Dikutip dari laman blog wongalus, berikut ini keutamaan sholat taraweh hari pertama sampai hari terakhir di bulan Ramadan:
Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
- Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Pertama)
- Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Kedua)
- Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: "Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat." (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ketiga)
- Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran). (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-4)
- Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-5)
- Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-6)
- Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-7)
- Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-8)
- Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-9)
- Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-10)
- Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-11)
- Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-12)
- Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-13)
- Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-14)
- Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-15)
- Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-16)
- Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-17)
- Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, "Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu." (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-18)
- Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-19)
- Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh). (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-20)
- Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-21)
- Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-22)
- Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-23)
- Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-24)
- Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-25)
- Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-26)
- Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-27)
- Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-28 )
- Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima. (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Ke-29)
- Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : "Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku." (Baca: Doa Puasa Ramadhan Hari Terakhir Ke-30)